Mata terjaga oleh
hangat darah dalam nadi
Percik-percik kasih yang
tumbuh alirkan degup dalam kegelisahan
Seakan rumpang dalam
sehari
Detik demi detik bagai
kencana yang larut dibawa tiba
Hingga dingin bekukan
gigil yang menjadi turut serta
Mata menengadah,
Terawang gambar kembang
melati tersenyum manja menari dalam langit asmara
Dingin menjadi lalu,
Tiada kuasa atas lamunku
Larut ku hempas,
Tiada ku bias!
Kini aku berteman angan
Bersama bayang senyum
yang beradukan
Aku-Kau kini bernyanyi
Kepak sayap terbang
berlari
Membawa asmara pergi
hingga fajar angkuhkan hari
Dalam mimpi aku berkata
Dalam mimpi aku
suarakan:
Aku rindu