Selasa, 27 September 2011

Kangen

Mata terjaga oleh hangat darah dalam nadi
Percik-percik kasih yang tumbuh alirkan degup dalam kegelisahan
Seakan rumpang dalam sehari
Detik demi detik bagai kencana yang larut dibawa tiba
Hingga dingin bekukan gigil yang menjadi turut serta
Mata menengadah,
Terawang gambar kembang melati tersenyum manja menari dalam langit asmara
Dingin menjadi lalu,
Tiada kuasa atas lamunku
Larut ku hempas,
Tiada ku bias!
Kini aku berteman angan
Bersama bayang senyum yang beradukan
Aku-Kau kini bernyanyi
Kepak sayap terbang berlari
Membawa asmara pergi hingga fajar angkuhkan hari
Dalam mimpi aku berkata
Dalam mimpi aku suarakan:
Aku rindu