Kamis, 20 November 2014

Mencari

I

Tuan, bagaimana aku bisa mencarimu?
Sudah, sudah aku ke pucuk malam
Keterasingan, lalu sesat dan hanyut
Telah ku cari di jemari terik,
Aku berjalan jauh,
Aku bertemu senja di hatiku
Sesekali tampak putih mengalir dalam kalbu
Namun setelahnya lumpuh
Dan aku belum juga menemu
Tuan, dimana Arsy-mu?

Pernah aku makan dan minum dari suap tanganmu
Bercumbu gila di alas bumimu
Begitu mudahnya segala aku ada
Namun aku tak menyentuh
Dan kau tak pula menamu
Pada semua kebingungan, di semua kehampaan menyiksa aku mencari:
Dimana Arsy-mu, Tuan?

Jika hidupku laku,
Dan jika milikku utuh
Maka ambil! Lalu sapa aku di peluk Cah’ya-mu
Karena daging-daging ini tak lagi membuatku kenyang
Karena candu-candu ku tak memberi rasa nyaman
Karena degup kasih ini hanya mencarimu
Dimana kau, Tuan?