Minggu, 17 Mei 2015

Senja pagi di bukit Andalas

Engkau tak lihat
Bilamana senja pagi menyibak indah dari balik Andalas
Sesayu matamu
Sama tugu aku terpongah merasai Tuhan hadir disukmaku
Lembutnya
Sejuknya

Engkau tak rasa
Langit-langit yang centil mengecup
Seakan semesta pun mencinta kepadaku
Terengah
Berdegup
Hanyut aku disapa angan-anganku
Aku serah saja jiwaku penuh
Menghamba pada ruang yang ada
Sambil melihat perlahan embun mengaca
Indah kilaunya

Kau sama Cantiknya,
Serupa kukuhnya
Angkuhnya
Binarmu pun sama
Tak usai-usai aku dalam candu
Maka dekaplah aku, atau jelmalah embun dikakimu

Agar kau tahu betapa perih terik menguliti