Senin, 05 Oktober 2015

Ketetiadaaku

Aku lupa bahwa aku berasal dari ketetiadaan
Aku lupa bahwa aku hanya sepeluk bayi cengeng
Aku lupa aku tak bisa berlari
Aku lupa pun aku

Aku lupa bahwa aku berasal dari ketetiadaan
Tak bertempat.
Tiada bersukma. Lupa bahwa akulah hampa sempurna
Kosong
Tiada
Kemudian ada. Sementara
Lantas lenyap selamanya

Aku lupa bahwa aku si penangis itu
Lupa betapa tak pedulinya aku pada hari ini
Pada langit siang ini
Hanya untuk bermain!
Pergi tertawa
Bukan untuk hidup dan peduli dengan semua omong kosong ini

Aku lupa untuk setia pada ketetiadaanku
Aku lupa untuk ingat ketetiadaanku
Aku lupa betapa tiadanya aku
Lupa betapa aku pernah ingat
Aku lupa.
Ingat untuk lupa