Selasa, 08 Desember 2015

1.59

Di latar pagi, entah apaku menjemput lagi resah lama
Sadar, atau rayu siapa tau?
Entah rumah mana yang kutuju, entah pintu mana kan ku ketuk, entah kamar siapa yang mempesiang cumbuku
Siapa tau?
Ini pagi hendak menyibak
Mungkin nanti pecah
Bernanah
Mungkin riuh
Atau masih saja kaku
Palsu
Tetap begitu?
Biar saja! Apa peduliku?
Aku ingin berhenti saja
Mendecah kalau bisa

Bu, singgahlah!
Ajari lagi aku berdiri, berlari
Ajari aku mengucap doa
Ambil lagi hariku yang pernah untukmu
Lalu sekali lagi,
Ajak aku berjalan jauh dengan gandeng tanganmu
Meski senyummu jauh diatas pundakku, aku tau, ada peluk yang siap menunggu
Ambil lagi cium yang hanya untukmu
Lalu ceritakan dongeng tentang pangeran dari Bali itu
Ambil lagi sibuk yang pernah menggaduhmu
Mungkin itu rumahku