Entahlah, aku menyimpan semuanya disini
Di dadaku
Sendiri
Entah akan cukup atau tidak siapa duga, toh aku tak bisa menyampaikannya padamu
Sesal menumpuk-menghantui
Pun rinduku menjadi-jadi, andai kau tahu
Hanya saja perihal cinta, entah yang bagaimana yang aku pahami
Barangkali aku satu yang paling dungu tentangnya
Itu salahku!
Harusnya aku peluk saja erat tubuhmu saat itu
Lalu ku biarkan degup nadiku menceritakan semuanya
Tentang kejahatan yang aku lakukan bersama spion motorku: Menikmati syahdu matamu.
Juga tentang mantra selamat yang diam-diam ku pintakan untukmu, agar bisa selalu aku melihat riang di pipimu
Dik, haruskah aku terus membohongimu dengan semua leluconku?
Haruskah kita dustai perbincangan kita dengan begitu lihainya?
Dadaku mulai pengap, dik
Aku rindu disampingmu
Aku sayang kau, dik