Rabu, 10 September 2025

Belum Saatnya (Rehat)

Selagi kaki masih terikat di bumi
Selagi udara masih memenuhi rongga paru
Perasaan akan terus diserang: keindahan dan luka

Selama mata terus mencari-cari
Selama telinga terus meraba-raba
Pikiran akan terus diterjang: resah dan harapan

Belum saatnya untuk kita istirahat
Bukan tempatnya untuk kita berhenti
Perasaan dan pikiran takkan rehat, percuma saja menyerah

Karena ketika waktunya telah tiba;
Tempat istirahat yang damai,
Saat berhenti yang tepat,
Akan menghampirimu dengan pasti

Biarkan perasaan dan pikiran tetap tumbuh
Pasrahkan segala sebagai suratan: hukuman atau ujian

Karimun, 10 September 2025