Selasa, 13 Januari 2015

Dalam Kekelaman

Entah apa yang aku cintai dari kesenyapan ini teman
Bahkan kita tak perlu bicara. Jangan!
Kata hanya akan merusak heningnya
Meski entah apa indahnya irama ini, tapi itulah teman kita sekarang
Pekat bau lumut sudah cukup menjawab seberapa usangnya keresahanku

Tak banyak yang kita lihat kecuali bayang unggun menari-nari
Yang entah siang entah malam diluar
Biar sajalah! Aku mulai tak peduli apakah senja masih ada
Karena rayunya takkan mampu masuk kesini
Biar aku bercinta dengan ketenangan ini teman
Kau tau sendiri bagaimana aku bertahan lalu mati, lalu hidup lagi untuk terus mati

Entah apa yang aku cintai dari ruang hampa yang gelap ini
Padahal langit memiliki terang, padahal langit memiliki keindahan
Entah apa yang membawaku kesini, kepeluk gelap aku pergi
Entahlah!

Temanku, berjanjilah untuk tidak pernah mengatakannya:
Bahwa sebenarnya senja hadir disini sejauh ini
Bahwa ternyata ia juga ada pada diam, bahwa ia hadir pada kelam, bahwa ia bersama dingin menggigit

Bahwa akulah sang pendusta!