Entah
apa yang aku cintai dari kesenyapan ini teman
Bahkan
kita tak perlu bicara. Jangan!
Kata
hanya akan merusak heningnya
Meski
entah apa indahnya irama ini, tapi itulah teman kita sekarang
Pekat
bau lumut sudah cukup menjawab seberapa usangnya keresahanku
Tak
banyak yang kita lihat kecuali bayang unggun menari-nari
Yang
entah siang entah malam diluar
Biar
sajalah! Aku mulai tak peduli apakah senja masih ada
Karena
rayunya takkan mampu masuk kesini
Biar
aku bercinta dengan ketenangan ini teman
Kau
tau sendiri bagaimana aku bertahan lalu mati, lalu hidup lagi untuk terus mati
Entah
apa yang aku cintai dari ruang hampa yang gelap ini
Padahal
langit memiliki terang, padahal langit memiliki keindahan
Entah
apa yang membawaku kesini, kepeluk gelap aku pergi
Entahlah!
Temanku,
berjanjilah untuk tidak pernah mengatakannya:
Bahwa
sebenarnya senja hadir disini sejauh ini
Bahwa
ternyata ia juga ada pada diam, bahwa ia hadir pada kelam, bahwa ia bersama
dingin menggigit
Bahwa
akulah sang pendusta!