Minggu, 15 Februari 2015

Noktah

Serupa payau ku teguk
Kering
Bukan lagi hangat, asin benar adanya
Entah bagaimana laut itu punya cerita
Ketika dara-dara hanya melamun pada cemara
Dahannya
Ya, ditepinya
Didekat benalu kurus mengasing
Hey, kenapa tak kau sapu saja, Dara?
Biar tampak indah
Sempurna tepatnya

Lalu tiba saja sore memintal
Dan juga entah bagaimana langit begitu patuh
Setia tak bertanya
Bilamana senja itu hilang-menghilangkan?
Sudahlah tinggal saja!
Tuan sudah bersabda