Kamis, 04 Februari 2016

Aku menyerah

Betapa sepi serupa candu
Aku sudah menyerah pada manusia
Ini tubuh reot biar saja begini dalam kamar penuh lintah
Paling-paling nanti bernanah mati
Aku berasal dari sepi dan tiada!
Dan Tuanku menantiku disana
Lantas apa cemas?

Sekali lagi,
Betapa sepi serupa candu
Terkadang riuh tak sepenuhnya nyata
Malah banyak lidah-lidah mahir dengan dusta
Ah entahlah!
Dalam terang lebih pandai cahya berpura
Sama saja!