Kamis, 12 September 2013

Rindu itu Cinta

Bila rindu ada pada malam,
Jangan takut untuk keluar
Senyumlah pada gemintang itu
Dan dia akan berkedip padamu

Bila rindu memelukmu, dan bila erat,
Larilah kedalam
Serahkan tubuh pada pembaringan
Tutup mata indah itu dalam-dalam
Menangislah!
Dan kau akan dapati kelegaan

Percayalah, rindu itu cinta
Aku mau kau tetap pada tegak
Aku mau kau tetap pada senyum luar biasa itu
Yang hidup, dan yang selalu ku kenal

Minggu, 08 September 2013

Kawan Maha/Siswa

Kita lahir di fajar
Memukul siang dan tenggelam malam datang
Kita punya api maha dahsyat di jemari, ditangan dikaki
Bilamana sekali hentak
Berpaku menjadi arang segala lihat

Tapi kita kerbau dirantai
Mamakan rumput terus sampai saja meledak kita punya perut
Tenggelam semua kekuatan dibalik kabut pengalih

Sekarang aku bertanya:
Siapa kita?

Rabu, 08 Mei 2013

Tak Terucap

Kepada siapa sendu ini mesti ku adukan?
Kepada egoku?!
Aku berbicara dalam bahasa malam
Oleh semua yang sangat menyebalkan
Hari ini, udara ini, detik waktuku penuh keliru
Aku di garis yang masih belum beranjak
Dikeliling bukit-bukit berawan yang tetap pada tempat, mengurungku
Aku muak dengan segala yang hanya diam
Aku ingin bertanya, tapi pada siapa?
Pada langit yang cuma berlalu ini?!
Aku menunggu siang datang,
Walau mungkin tak berubah

Sabtu, 20 April 2013

Belum Untuk

Dekat
Sangat dekatnya
Bilamana mata bertemu pandang
Kita sama gugup terdiam dipeluk

Manjamu, sendu dan tawamu,
Diam dan tentang senyummu,
Mengingatkan cinta direlung ini
Cantik yang t’lah lama

Kau datang seperti ia bertamu
Kau mewarisi tarian manjanya, kau tahu?
Mungkinkah?
Kau, aku, kita?
Aku masih belum percaya

Kita (Kisah Cinta)

Waktu tegak berjalan
Kita yang ditinggal kenangan merangkak mencari cerita baru
Hanya berbekal kisah
Menyimpan dan sesekali tersenyum menilik saat rindu

Kita punya sebuah masa
Tempat dimana kita pernah bersama
Kita miliki kasih dan sayang kita
Yang cinta tak lah akan pergi

Lihatlah! Senyum kita masih ada dalam album itu
Yang sama kita tulis bergantian
Dengan canda, dengan tangis mengiringi

Aku masih ingat saat kita saling sungkan menyapa,
Saat kami saling menyayangmu,
Saat kau yang mencintanya
Bangku-bangku saksilah kisah kita

Bila mana waktu berjalan jauh, album kita masih ada!
Bukalah saat rindu tiba
Bukalah pada hati mencari
Maka kita saling bertemu pada kisah lalu

Rabu, 03 April 2013

Masih (Saling Melihat)

Kita bertemu dalam saling melihat
Sebegitu terpa angin melintas diantaranya,
aku lagi-lagi terdiam
Kita hanya pada pandang yang saling menjaga
Tapi aku lebih suka itu

Kita bertemu dalam saling melihat
Kecanggungangku yang terlalu
Bahkan tak mampu sampai kini mengucap nama padamu
Kau malah menyiksa,
Selalu saja tersenyum padaku

Masih, selalu saja seperti itu
Yang aku terus kaku terdiam

Lebih dari Senja

Aku melihatmu sore tadi
Dengan jarak pandang yang lebih dekat
Lebih dekat lagi,
Lebih memikat

Aku melihat juga senja jatuh di pantai padang
Tapi matamu mengambil perhatianku
Lebih indah
Lebih memesona

Kau berbicara dengan bahasa cinta dimata itu
Aku tak mengerti
Tak ingin peduli
Hanya ingin terus menciumi asa ini, melihatmu
Ya! Terus memandangmu
Sampai senja menutup menjadi pagi, esok

Aku melihatmu sore ini
Dengan hati lega
Situasi yang terus ingin ku dapati
Ku ciumi